Ibu Diperkosa Anak Kandung

Namaku Tini, usia 49 tahun, saat ini aku tinggal di kota Cirebon. Tetangga kiri kananku mengenalku dengan sebutan bu Haji. Ya, di blok komplek rumahku ini, hanya aku dan suami yang sudah naik Haji. Suamiku sudah pensiun dari Departemen Luar Negeri. Kini ia aktif berkegiatan di masjid Al Baroq dekat rumah. Aku pun aktif sebagai ketua pengajian di komplek rumahku ini. Tetangga kami melihat keluargaku adalah keluarga harmonis. Namun mereka bertanya-tanya, mengapa anakku masih kecil, masih berusia satu tahun, padahal aku sudah berusia hampir 50 tahun. Aku bilang saja, yah, maklum, rejeki datang lagi pas usia saya senja begini, mau diapakan lagi, tidak boleh kita tolak, harus kita syukuri.

Sebenarnya aku punya anak lagi, anakku yang sulung, laki-laki, dan saat ini mungkin ia sudah berusia 26 tahun. Namanya Roni. Sebelum kelahiran anakku yang masih bayi ini, Roni adalah anak tunggal. Sampai akhirnya aku usir dia dari rumah ini dua tahun yang lalu. Dan sampai detik ini, suamiku, Beny, atau orang akrab memanggil dia Pak Haji Beny atau Pak Ustad, ia belum tahu alasan mengapa Roni meninggalkan rumah sejak dua tahun yang lalu itu, jika suamiku bertanya padaku, aku terpaksa berbohong, bilang tidak tahu dan pura-pura kebingungan. Walaupun aku tahu, karena akulah yang mengusir Roni dari rumah tanpa sepengetahuan suamiku.

Cerita sedih ini berawal ketika Roni yang selama 15 tahun kami tinggalkan hidup dengan Neneknya di Cirebon, akhirnya kumpul bersama dengan kami layaknya keluarga. Bisa aku tinggalkan selama 15 tahun karena aku dan suami harus tinggal di Belanda. Saat aku dan suami ke Belanda, Roni baru berusia delepan tahun, ibuku (nenek Roni) tidak ingin jauh dari Roni, beliau mungkin takut Roni akan terbawa arus kehidupan eropa dan lupa adat indonesia. Jadilah Roni tinggal di Cirebon bersama ibuku, lalu aku dan suami tinggal di Eropa.

Lima belas tahun kemudian, aku dan suami pulang ke tanah air, sebelum pulang aku dan suami menyempatkan diri untuk naik haji. Setelah pulang menunaikan haji, aku dan suami pulang ke tanah air dan pergi ke Cirebon. Tak kusangka anakku sudah besar, ya Roni telah berusia 23 tahun. Kami lihat ia tumbuh menjadi anak yang sangat soleh, santun dan lemah lembut.

Aku sangat berterima kasih dengan ibu waktu itu, telah membuat Roni tetap menjadi anak yang baik dan rajin beribadah. Beberapa bulan setelah kami berkumpul bersama, ibuku (nenek Roni) meninggal. Kami sedih sekali waktu itu.Setelah itu kami hidup sekeluarga bertiga.

Kehidupan keluarga kami sangat sakinah mawadah dan rohmah. Aku bangga sekali punya anak Roni. Ia rajin ke mesjid dan mengaji. Hal itu membuat aku dan suami selalu merasa bahagia. Seakan-akan kami awet muda rasanya.

Kebahagiaan ini juga mempengaruhi kemesraan aku dan suami sebagai suami istri. Walaupun kami sudah tua, tapi kami masih rutin melakukan hubungan pasutri meski hanya satu minggu sekali. Sampai suatu hari, suamiku mendapat tugas dari untuk dinas selama tiga bulan di Qatar. Suamiku mengajak kami berdua (aku dan Roni anakku) namun Roni yang sudah kerasan tinggal di Cirebon menolak ikut, akupun karena tidak mau lagi jauh dengan anakku menolak ikut. Akhirnya hanya suamiku sendiri saja yang pergi.

Hari-hari tanpa suamiku, hanya aku dan anakku tinggal di rumah kami. Aku sibuk sebagai ketua pengajian ibu-ibu dan memberikan ceramah kecil-kecilan setiap ada arisan di komplek rumahku ini. Roni aktif sebagai remaja masjid di masji Baroq dekat rumah. Terkadang karena aku sudah berusia hampir 50, aku mudah merasa capek setelah berkegiatan.

Suatu siang aku merasa sangat capek, sehabis pulang memberikan ceramah ibu-ibu di masjid. Aku pun langsung tertidur. Saat aku tengah-tengah enaknya merasa nyaman dengan kasurku, aku seperti merasa ada sesuatu yang membuat paha, pinggang dan daerah dadaku geli dan gatal. Setengah sadar dan tidak sadar, aku lihat Roni sedang berada di dekatku. Sambil setengah ngantuk aku berkata, “Kenapa Ron? Mama capek nih…”
“Ga, ma, Roni tahu, makanya Roni pijetin, udah mama tidur aja”, balas Roni.
Aku senang mendengarnya, senang pula punya anak yang tumbuh dewasa dan baik seperti Roni. Oh terima kasih Tuhan.

Lama kelamaan, aku mengalami hari yang sangat aneh, terutama setiap malam saat aku tidur. Aku merasa, ada sesuatu yang menggelitik daerah sensitifku, terutama daerah selangkanganku. Enak sekali rasanya, oh apakah ini setengah mimpi yang timbul akibat hasratku sebagai seorang istri yang butuh kehangatan suami. Ya, aku yakin karena aku ditinggal suami saat aku lagi merasa kembali muda dan penuh gairah, makanya aku sering sekali mimpi basah setiap malam. Mimpi yang rasanya sadar tidak sadar, kenikmatannya seperti nyata. Ya, aku menjadi senang tidur malam, karena ingin cepat-cepat mimpi basah lagi. Aku menduga ini adalah rejeki dari Tuhan, agar gairahku sebagai istri tetap terjaga, dan kebutuhan biologisku tetap tersalurkan walaupun hanya diberi mimpi basah sama Tuhan. Oh… nikmat sekali. Aku membayangkan suamiku, Beny, yang berhubungan denganku, oh nikmat sekali. Dan karena seringnya dikasih mimpi basah oleh Tuhan, setiap pagi aku bangun aku merasa kemaluanku selalu basah kuyup sampai celana dalamku basah total. Yah, jadinya aku punya kebiasaan baru selalu mandi wajib setiap pagi. Yang aku takuntukan hanya satu, takut saat aku mimpi basah, aku mengigau dan takut suara mendesahku terdengar anakku Roni. Tapi saat aku liat dari gelagatnya sehari-hari, nampaknya ia tidak tahu.

Sampai tiga bulan lamanya, hampir tiap malam aku selalu mimpi basah, aku jadi heran. Apa penyebabnya dari nutrisi yang kumakan atau kuminum sehari-hari ya? Hmm, mungkin saja. Soalnya aku punya kebiasaan minum teh hijau sebelum tidu. Kata dokterku itu baik untuk orang setua aku, apalagi biar selalu sehat menjelang usia setengah abad. Akhirnya aku coba meminum teh hijau, saat pagi hari, malamnya kucoba tidak minum.

Malam harinya, saat aku tidur, ditengah asyiknya tidurku, dan gelapnya lampu kamarku. Aku merasa perasaan mimpi basah mulai datang kembali, yah, mmh, rasanya ada yang menggelitik kemaluanku, sesuatu yang lembut, oh, bergerak-gerak. Selangkanganku pun ikut tergelitik hingga aku merasa ada sesuatu yang membuat basah kemaluan dan selangkanganku. Lalu berbarengan dengan rasa sensasi pada daerah kemaluanku, sesuatu yang lebut bergerak-gerak menyentuh buah dadaku, bergantian, pertama yang kiri lalu yang kanan, kemudian.. Aw!.. Ada rasa hisapan yang lembut hangat namun kuat pada puting buah dadaku yang sebelah kanan. Oh enak sekali, terima kasih Tuhan, jantungku mulai berdegup kencang, ini rasanya seperi nyata, yah! Tiba-tiba aku merasa tertindih oleh seuatu, hisapan kenikmatan juga tidak berhenti. Lalu ada sesuatu yang menusuk masuk ke liang kemaluanku saat itu aku setengah sadar terbangun, dan aneh, rasa ini masih kurasakan, setengah sadar aku jelas sekali ternyata memang ada sesuatu yang menindihku, sekilas aku masih membayangkan ini suamiku, berikut terdengar dari sesuatu itu suara perlahan yang serak, “ooohgh… Oogghh…”

Siapa ini?! Astaghfirullah!! Saat aku tersadar penuh dan mataku terbelalak. Dalam keremangan gelapnya kamar aku sadar bahwa seseorang telah menindihku dan menyetubuhiku!! Lebih kaget lagi saat aku mendengar suara seseorang yang menindihku itu berkata, “Maaah… Ayo ma… oughhgh… Uhhh… mamahhh…”

Langsung kudorong dia kuat-kuat!
“Roni!! Kurang ajar!!! ASTAGHFIRULLAAH!!”

Roni langsung berlari keluar kamar, aku pun langsung mengejar sambil menangis penuh amarah.
“Roni!!”, bentakku.
“Maafin Roni Ma! Roni ga tahan!”, Roni pun menangis takut.
Aku tak kuasa bingung menghadapi perasaan ini, antara kalut, marah, benci, jijik, sedih dan takut. Hingga terucap kata-kata yang langsung keluar dari muluntuku, “Keluar dari rumah ini!!! Kamu bukan anak mama!!! Setan kamu! Binatang kamu ya!”

Roni keluar rumah berlari. Aku duduk lemas menangis. Jadi, selama tiga bulan ini, baru aku sadari, mimpi basah itu bukan hanya sekedar mimpi.
Semua mimpi itu nyata. Anakku!? Anakku sendiri yang melakukan ini padaku?!!

Selama dua, tiga minggu aku tidak keluar rumah, bahkan semenjak kejadian itu aku jatuh sakit. Sampai saat itu aku masih tidak habis pikir dan belum lupa kejadian itu, dalam benakku terbesit, ya Tuhan, selama ini anakku telah menodai aku, aku ibunya, selama ini anakku yang selalu rajin beribadah ternyata adalah setan yang mengumbar nafsunya pada tubuhku yang mulai renta ini… Dosa apa hamba, ya Tuhan!?

Saat aku menerima sepucuk surat yang dikirim oleh Roni, tanpa alamat jelas, ia berkata meminta maaf pada ku, ia mengakui bahwa ia sudah mulai tertarik secara seksual denganku sejak aku bertemu lagi dengannya, ia bilang aku cantik dan menarik, ia mengaku telah memberi obat tidur pada teh hijau yang selalu aku minum tiap malam agar aku teler dan tidak sadar saat ia memperkosaku… Pantas saja! Pantas ia selalu bermuka manis menyiapkan teh hijau tanpa kuminta terlebih dahulu. Ternyata selama ini anakku adalah Iblis laknat yang merusak semuanya. Roni pun berkata pada akhir suratnya, bahwa ia tidak lagi akan pulang ke rumah, ia malu dan merasa bersalah.

Membaca surat itu, aku merasa benci sekali! Ya, “Kamu bukan anakku!”, Kurobek dan kubakar surat itu.

Sebulan kemudian, tepat saat dua minggu sebelum suamiku pulang, aku merasa pusing dan mual. Ya Tuhan, masa sih aku hamil!? Tidak! Ini tidak mungkin!! Aku pun memastikan dengan membeli dan menggunakan tes kehamilan, berdebar-debar aku melihat hasilnya. ASTAGHFIRULLAH! Aku positif hamil! Tidak! Aku menggandung anak dari anakku sendiri!

Aku pun lemas dan sempat sedikit pingsan. Aku menangis tiada henti-hentinya. Apa yang harus kukatakan pada suamiku nanti? Apa yang akan tetangga bilang jika tahu aku ini seorang bu Haji yang hamil hasil hubunganku dengan anak kandungku sendiri? Apa yang akan terjadi! Apa lebih baik aku mati saja!! Tidak aku tidak mau mati! Itu dosa!

Lalu, saat suamiku pulang, aku tutupi semuanya yang telah terjadi selama tiga bulan ini. Aku pura-pura menangis karena Roni belum pulang-pulang sudah dua minggu. Lalu aku dan suami sempat lapor ke polisi. Di tengah-tengah itu, aku juga pura-pura merasa kangen dengan kedatangan suamiku dan mengajaknya melakukan hubungan suami istri sesering dari biasanya. Suamiku heran, namun ia maklum, ya yang pikirnya, biasanya aku dan dia berhubungan seminggu sekali, ini tidak melakukannya dalam tiga bulan lamanya. Sudah pasti wajar jika aku selalu minta berhubungan terus.

Dua minggu setelahnya, aku mengaku hamil. Suamiku kaget, loh, khan menggunakan kondom? Kok bisa. Aku bilang saja, mungkin saja jebol. Khan wajar karena kondom tidak akurat 100%. Suamiku pun mengangguk setuju. Cuma ia hanya khawatir apakah aku tidak apa-apa umur segini hamil lagi. Akupun meyakinkan dia tidak apa-apa, walaupun hatiku meringis dan menangis karena mengingat bayi ini hasil hubunganku dengan anakku. Tidak! Anakku yang memperkosa aku!!!

“Ma”, sapaan suamiku menyadarkan aku dari lamunanku tentang masa lalu. Aku lihat suamiku sudah siap berangkat ke masjid.
“Ma, aku pergi ke masjid dulu ya, mama biar jaga si kecil yah”, pamitnya.
“Iya pa”, jawabku.

Ya, si kecil ini telah lahir ke dunia. Saat ini ia berada di pangkuanku. Kuperhatikan wajahnya. Mirip sekali dengan Roni, anakku… Oh bukan… Ayah dari anakku.

136 thoughts on “Ibu Diperkosa Anak Kandung

  1. kenapa ga di kutuk aj tuh anak bu Hj..biar jd patung,trus apa ibu ga takut anak ibu sekaligus cucu ibu akan punya moral dan kelakuan kaya bpk nya,apa ibu ga kwatir ntar klw anak/cucu ibu gede malah memperkosa ibu juga kaya bpk nya…(kita tunggu jwban nya 15 atw 17 thn lagi)

  2. Ya saya cukup prihatin, mungkin anak ibu seperti pengarang yang terkenal Marah Rusli judulnya “Salah Asuhan” karena anak ibu kan tidak mendapatkan kehangatan ibunya waktu kecil jadi sekarang dia minta kehangatan dari ibu walaupun sudah besar sekalian kepuasan. Ini mungkin bukan ibu saja kejadian seperti ini, bahkan masih banyak disanah yang tidak terungkap, ya saya sih ini bagus ada artikel buat teman-teman yg suka akan cerita panas tapi harus dapat memenet libidonya sebagai penyaluran.

  3. Yang sabar aja.
    Memang Terkadang ada kebenaran yg tidak perlu diketahui.
    Termasuk oleh suami anda,
    tapi ada kebenaran yg harus di ketahui (jika anda tidak bisa melakukanya, cukup akui itu pada Tuhan)
    Buat, yg butuh saran masalah hidup bisa sms saya ke 085782757900
    by Henry

  4. Bu Tini kalo boleh tau obat tidur yang dipakai anak ibu merk Apaan ya??? saya kok tertarik untuk meniru cara anak ibu Tini. Terima kasih atas infonya.

  5. Kalo beneran ceritamu mak, aku sangat prihatin sekali. Tapi jgn di sesali biarlah semuanya berjalan apa adanya, rawatlah dengan penuh cinta n kasih sayang ama si roni kecil biar dia tumbuh menjadi anak yg soleha. Jangan seperti bapaknya yang laknat, dan tolong jgn tinggalin dia seperti apa yg tlah mak lakukan ama si roni (bapaknya). Beri perhatian EXTRA, ok gw rasa segitu saran, kalo pengen minta saran lg di email ku aja ya.. rosesexel@yahoo.com ato ke hp ku aja 085239252555. TQ n GBU….

  6. Bu hj.mungkin dia butuh kehangatan dari ibunya dan kepuasan.
    tapi ibu senengkan…….kalau btuh kehangatan hubungi aja 081254365449.

  7. Kayaknya ibu haji sadar dan menikmati tapi pura pura gak sadar.atau ibu haji ini mancing orang biar menghubungi beliau mana tau ada yang tertarik kali dengan bu Haji kali akh,

  8. Ketauan ini cuma karangan. G mungkin ibu2 apalagi ibu haji mau cerita. Ini sih mendiskreditkan titel haji dgn cerita yg berkesan mengharukan, crut.

    • ya ,, Dari tutur bahasanya kentara kalau ini hanyalah fiksi saja , atau karangan dari sang penulis , kalau ini nyata mana mungkin sang ibu atau penulis menikmatinya .

  9. SILAKAN BACA DULU LALU FIKIRKAN BAIK BAIK

    KEMBALILAH KEPADA ALLAH

    ALLAH RINDU AKAN TOBATMU

    APALAGI TIMBUNAN AMAL BAIKMU, ALLAH RINDU AKAN KAMU MENGAJAK ORANG KE KEBAIKAN

    AJAKAN KE KEBAIKAN KE ORANG LAIN … ITULAH TUMPUKAN AMALANMUY

    HAPUSLAH TANGANMUMU, MULUTMU, MUKAMU, KEPALAMU, KAKIMU DENGAN AIR WUDHLU

    ALLAH AKAN TERIMA TOBATMU

    barangsiapa yang mengawali ke kebaikan maka ia akan medapat pahala orang yang mengamalkannya dan

    barangsiapa yang megajak ke keburukan dia juga akan mendapat dosa orang yang mengamalkannya

  10. klo ini cerita bener..
    saya hanya bisa memberi saran,
    dan saya pun ga tau saran saya bnar/tidak
    lbih baik dimaafkan anak ibu,
    krn stau sya nafsu tu ssah skali u/ dilwannya,
    klo aja ank ibu kuat dgn imannya,dia pun ga akan mlkukan itu smua,
    ini hanyalah takdir,
    ibu tdak bisa mlawan takdir..
    mafkanlah bu anak anda krn dgn ucpan maf s’Org ibu ank tu akan mrsa snang,
    apa ibu mau mlihat ank ibu trsiksa krn dOsa2nya yg blum dimafkan oleh ibu,,
    maf bu klo saya sdah memberi nasehat,,

  11. masak slma 3 bln bu haji g’ngrasain, pd wkt prkosa… pa bu haji pura2 g’ tw… ngerasain enaknya pd wkt dprkosa ank sndri.. lbh bsr punya bpaknya pa punya anknya anunyaa… jgagaga…

  12. Manusia tak pernah luput dari salah dan dosa. Sebaiknya dima’afin aja selanjutnya biarlah Allah yg mengadili.
    Dan bagi tante2 yg butuh kepuasan bisa hubungi aku ke 085290674761 aku tinggal di kota pati

  13. SY SEORANG BAPAK 42THN PUNYA PENGALAMAN NGESEX DGN ANAK KANDUNG SY SENDIRI,DARI DIA SMA SAMPAI SEKARANG DIA SDH KULIAH. BG CEWEK2 YG PUNYA PENGALAMAN BERHUBUNGAN SEX DGN AYAH KANDUNG,INGIN BERBAGI CERITA DGN SY SILAHKAN HUBUNGI SY DI 0856 6469 6411. ATAU DI EMAIL KU: junailove@yahoo.com KHUSUS CEWEK AJA!

  14. ini cerita bener ape boonk???????
    kalo boonk anda dosa……
    tapi kalo bener mending bu hajah berdoa sama yang kuasa semoga di berikan yang terbaik buat ibu.
    ingat Rasul selalu mendoakan orang yang selalu menjahatinya,,,
    oke,,,

  15. Gini nih cerita yg mendekati realita, cman pengarang kali lain jgn pake2 nama tuhan ah…itu terkesan menghina! Mghina siapa?? Ya.. Menghina Tuhan. Masak ada Ibu hajah pake ngirim cerita ginian. Keterlaluan boongnya.

  16. Wah ni cerita bohong,ktx seorng ibu haji,tp aib d buka” ke dpan publik sih? Ngarang banget, ngmng aja klo bnr pingin ngentot mah,huh tukang bohong.

  17. Kalau bener wah bahaya,lebih bahaya lagi kalau sama sama menikmati,bisa ketagihan lagi,hati hati mba bisa hamil lagi nanti,cewek yg mau sama aku ! Sms atau telpon keno 085714246860,cuman kusus buat cewek lho

  18. HIKMAHNYA BEGINI. IBU SENDIRI TIDAK PUNYA ANAK PEREMPUAN MUNGKIN TUHAN MEMBERIKAN DGN CARA LAIN WALAU SANGAT MENYAKITKAN

  19. yg penting biarlah rahasia itu tuhan aja yg tau ibu sendiri tidak bersalah walaupun hukum agama dan hukum dan negar

  20. kalo bikin cerita, jgn yg mnimbulkan fitnah, pake bawa agama, kalo d arab dah d rajam sampai mati,

  21. Smua yg dia lakukan pada anda itu adalah dsa bsar……
    Dan anda jga dpat dosa besar karna tlah meninggalkan dia waktu dia kecil…
    Akui semua perbuatan anda…
    Dihadpan tuhan dan suami anda..
    Karna sekcil apapun kebohongan pasti akan tebongkr jua….
    Buat yg butuh saran kehidupan
    sms di :
    081267328088

  22. itu dah takdir…. mkannya kalo jd ibu jangan suka berdandan anak sndiri aj nafsu ap lg orang lain…. buat roni ngentot sm anjing aj pantes kamu….

  23. Gx bsa d ampuni lg tue anax ibuk,knp ada ea org yg spt it,Harusnya dia tue Cari istri ja, Kasian bngt tow babynya yg skrg !!!!!

  24. itulah hidup, kita smua ndk mnginginkan hal itu terjadi. jdi sbar n tbh dlm mnghdpi smua itu, apa yg ibu hdpi masih bnyk wnita yg mnglmi hal trsebut. itu smua bis terjdi krna bnyk fktor, trutama pergaulan n lingkungn. yg pling pnting kurng mndptkan ksih syang or asuhan dri ortu, coz asuhan ortu kandung beda hsil asuhan orng lain wlaupun itu neneknya sendri

  25. Kakak-2, abang-2 dan mas-2…koq pade gatelen kayak begitu. Pikirang ngeres atau jorok itu tidak baik…..kalo pingin ngewek/ ngentot – lebih baik kawin saja.

    Cuci otak dulu….biar adem.

    Kawin 4 istri diperbolehkan….mau yang janda-2 umur 80 tahunpun ada.

  26. Nyata atau tak nyata,.. mari kita smua mendidik anak2, cucu2, seluruh keluarga kita agar terhindar dari lubang neraka, bangsa ini sudah terlalu berat menanggung dosa2 rakyatnya. kita harus sadar bencana sana-sini tak datang dngan sendirinya. jadi cerita tsb tak perlu kita salah menanggapinya, tapi jadikan ladang pahala dengn berdoa agar tak terulang kisah2 lain dilain tempat dan dilain keluarga.

  27. aahh memek bu hj yg uda tua emg msh enak apa? Uda kendor gitu. Gak bisa mijit2 lg. Emg si roninya aja yg tolol. Mau ajja ngentot sm nenek2. Hhmmm. Tp secara gak lngsung bu hj ikut menikmatinya kan? Secara gitu memek udah tua lama gak d jamah sama kontol2 muda yg masih oke. Memek yang enak itu yg kalo d entotin bisa mijit2. Trus kontolnya masukinnya sampe mentok deh iiiiisssshhhhh hot bgt tuhh jadi pengen

  28. maaf ya bu haji.
    klu punya anak tuh di rawat dengan baik,jgn di titip sm org.
    klu kyk gini siapa yg salah.
    klu menutut gua bukan roni aja yg salah tp org tua nya juga salah.
    maaf ya bu haji.
    gua pun tdk tau apa tuh kasih sayang org tua,karna org tua gua kayak anjing semua nya,tdk ada tanggu jawab sm anak.
    081361900790 by diko

  29. maaf ya bu haji.
    klu punya anak tuh di rawat dengan baik,jgn di titip sm org.
    klu kyk gini siapa yg salah.
    klu menutut gua bukan roni aja yg salah tp org tua nya juga salah.
    maaf ya bu haji.

  30. kayaknya enak to ngentot mama kandung pengin nie, ada yang punya cerita baru tentang ml dengan mama kasih tw ya lewat email

  31. Astagfirulloh…, sabarkan hatimu bu haji. Sebaiknya bu haji bilang terus terang dengan suami ibu. Ingat satu kali berkata bohong akan diikuti kebohongan2 lain untuk menutupinya. Wallohu a’lam bisshowab

  32. katanya tu cowok kuat agama tapi ko` tiba2 berubah setelah kedatangan mami papi nya dan kematian nenek nya…aneh ya kan

  33. Tai babi bangke… Mane ade bu Aji kaya gono, ini mah bisa”an lu aje nyet buat ngejelek”in Islam yang nota bene agama Sempurna, kaga ada Revisi”an… Emang dimane-mane nyang bener pasti disalahin, di Hujat…

  34. Ini orang indo suka amat fucking,haji,ustad,bapak,ibu,bapak ke anak ,anak ke ibu,harusnya ada hukum pemerkosaan siapa yg melakukan pemerkosaan digantung,potong alat kelaminya!!

  35. Pas ayah nya si Roni Pulang,……
    Eh,..Bu haji malah nyuruh Roni pergi……
    Habis manis seppah dibuang ni nama nya Bu…..
    Kalau ibu mau kontoL yang lebih besar lagi…..
    Ada nih KontoL ku buk……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s